Selasa, 06 Juni 2017

Dongeng Boneka Pinokio Part 2

Karna kebodohannya, Pinokio juga jatuh berkali-kali ke tangan si jahat Ubah serta Kucing, yang menipu, ambil duit, serta menggantung Pinokio di pohon. Ia juga diselamatkan berkali-kali oleh Peri memiliki rambut biru (dari mulai bentuk boneka kecil hingga wanita dewasa). Pendeknya, kekurangajaran, kenaifan, serta kemalasan Pinokio seolah tak ada habisnya. Namun selanjutnya, setelah alami banyak kesengsaraan, Pinokio yang pada intinya tidak jahat serta sesungguhnya begitu menyayangi Geppetto, pada akhirnya peroleh apa yang dikehendakinya. Kerja kerasnya untuk membantu Geppetto dari perut ikan paus serta mengobati Geppetto sudah jadikan dianya layak jadi manusia yang sesungguhnya, flesh and blood. Cek Disini

Sebegitu panjang, berbelit serta sarat kenyataan brutal segalanya yang perlu dihadapi Pinokio untuk jadi manusia sepenuhnya (caila...), tidaklah heran oleh media film untuk anak-anak di buat lebih simpel serta kurang sengsara di banding aslinya. Bahkan juga, di edisi asli Pinokio (yang serial di majalah), narasi selesai dengan Pinokio mati digantung. Tokoh Peri Biru baru ditampilkan saat cerita Pinokio di buat jadi buku, di mana Peri Biru ini menyelamatkan Pinokio.

Untuk orang dewasa, buku ini merasa agak menjemukan, karna kebodohan Pinokio yang terasanya terlalu berlebih. Jalan ceritanya merasa absurd. Bukanlah bermakna saya tidak sukai narasi yang absurd ; Alice in Wonderland, Alice through Looking Glass, buku-buku Kobo Abe, semua absurd, namun nyaman di baca. Pinokio ini sangat berkelanjutan. Buku ini dapat sarat dengan allegori serta nasehat.

Ilustrasi buku ini, yang di buat oleh William D Kuik, agak aneh serta susah dipahami. Ilustrasinya terkadang seperti sketsa gambar untuk komik yang ditumpuk jadi satu. Jadi, umpamanya untuk melukiskan gerakan mengangkat tangan, ada sketsa saat tangan masih tetap belum diangkat, saat tangan diangkat sedikit, lantas saat tangan diangkat lebih tinggi lagi, dst, semuanya ditumpuk jadi satu. Creepy, terkadang.


Carlo Collodi, aka Carlo Lorenzini (1826-1890), yaitu jurnalis, penulis, serta pengamat pendidikan. Pinokio sesungguhnya memiliki judul asli Storia di un burattino (Cerita satu Boneka), serta awalannya ditulis dengan berseri untuk mingguan anak Il Giornale dei Bambini. Pinokio, dalam bhs Tuscany bermakna " pine nut ".

Ada 36 bab dalam buku ini serta judul-judul setiap babnya panjang serta jadi spoiler untuk narasi dalam bab itu, sama seperti beberapa narasi classic dahulu kala. Tidaklah heran, buku ini pertama kalinya diterbitkan th. 1883 di Italia, serta saat itu buku ini laris 1 juta eksemplar, pikirkan. Ilustrator aslinya di buat oleh Attilio Mussino, serta buku edisi pertama ini disebut-sebut jadi buku anak dengan ilustrasi paling baik.

Pinokio sudah ditranslate kedalam lebih dari 90 bhs (tuturnya sih nomor 2 diciptakan paling banyak setelah Quran serta Injil) serta diadaptasi kedalam 11 film berbahasa Inggris, belum yang di buat dalam bhs aslinya, Italia, serta beberapa bhs lain. Versus Walt Disney (1940) yang paling populer. Dalam versus ini, oleh Walt semuanya tokoh dirubah habis-habisan, mulai tampilan hingga jalan narasi. Lihat Pinokio versus Walt Disney terasanya lihat Mickey Mouse, hehehe... : pendek, pipi merah, hidung agak bulat, senyum cerah, pakai sarung tangan lagi. Jengkrik ditampilkan jadi Jimini yang lebih serupa manusia dari pada serangga. Keluarga Lorenzini nampaknya tidak demikian sukai Pinokio dirubah-ubah seperti ini, namun memprotes mereka diacuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar